ZESryUTn8eZmKhSM2TSJ9LZvZEviAo6M94zBnnZn

Sejak Kapan Kopi Masuk Ke Indonesia

Hallo kopi lovers, bertemu lagi di tinyuh.com. Kali ini kita akan bahas tuntas mengenai Sejak Kapan Kopi Masuk Ke Indonesia?.

Sejak Kapan Kopi Masuk Ke Indonesia

Ini penting kita ketahui jawabannya. mengingat kita sekarang ini menjadi salah satu negeri produsen kopi terbesar didunia.

Kopi lovers taukan star buck?, coba dari mana dia mendapatkan kopinya?, ya tepat sekali, kopi yang dia jual dikita ini, ternyata asalnya dari kita juga, tepatnya dari sumatra dan beberapa pulau lainnya.

SIAPA yang tidak tahu kopi, minuman khas hasil seduhan biji kopi yang aroma serta rasanya sangat khas. Minuman ini begitu terkenal di dunia sebab disantap seluruh golongan.

Temuan kopi selaku minuman efektif awal kali ditemui di Etiopia, Afrika, kurang lebih 3000 tahun lalu. Asal mula masuknya kopi di Indonesia sudah melewati ekspedisi panjang serta sebagian fase sampai akhirnya tersebar di penjuru Nusantara.

Secara universal, pemrosesan kopi umumnya dilalui dengan proses pemanenan biji kopi yang sudah matang.

Setelah itu pengeringan biji sampai penyangraian ataupun dihaluskan jadi bubuk kopi. Sehabis itu dilanjutkan dengan proses penyeduhan kopi saat sebelum bisa diminum.

Kopi ialah salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negeri di dunia. 2 varietas tumbuhan kopi yang diketahui secara universal ialah kopi Robusta( coffea canephora) serta kopi Arabika( coffea arabica).

Saat sebelum becerita lebih jauh asal mula masuknya kopi di Indonesia, kita butuh ketahui asal- usul kata“ kopi”.

Menurut Wiliam H Ukers dalam bukunya All About Coffe( 1922) kata“ kopi” mulai masuk ke dalam bahasa- bahasa Eropa dekat tahun 1600- an. Kata tersebut diadaptasi dari bahasa Arab“ qahwa”. Ataupun bisa jadi tidak langsung dari sebutan Arab namun lewat sebutan Turki“ kahveh”.

Dalam catatan Jurnalbumi yang dipublish Cecep Risnandar, diperbaharui pada 2 Maret 2018 kalau di Arab sebutan“ qahwa” tidak diperuntukan buat nama tumbuhan namun merujuk pada nama minuman. Terdapat sebagian catatan yang menyebut sebutan tersebut awal mulanya merujuk pada salah satu tipe minuman dari anggur( wine).

Tetapi para pakar meyakini kata“ qahwa” digunakan buat menyebut minuman yang dibuat dari biji yang diseduh dengan air panas.

Biji tersebut dikenal berasal dari buah yang dihasilkan tumbuhan kopi. Bagi Wiliam H Ukers, asal- usul kata“ kopi” secara ilmiah mulai dibicarakan dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909.

Baca Juga : Sejarah Penyebaran Kopi Di Dunia

Dalam simposium ini secara universal kata“ kopi” diyakini merujuk pada sebutan dalam bahasa arab“ qahwa”, yang memiliki makna“ kokoh”.

Terdapat pula pihak yang menyangkal sebutan kopi diambil dari bahasa Arab. Bagi mereka sebutan kopi berasal dari bahasa tempat tumbuhan kopi berasal ialah Abyssinia.

Diadaptasi dari kata“ kaffa” nama suatu kota di wilayah Shoa, di Selatan Barat Energi Abissynia.

Tetapi, asumsi ini terbantahkan sebab tidak didukung fakta kokoh. Fakta lain menampilkan di kota tersebut buah kopi diucap dengan nama lain ialah“ bun”.

Dalam catatan- catatan Arab“ bun” ataupun“ bunn” digunakan buat menyebut biji kopi bukan minuman.

Dari bahasa Arab sebutan“ qahwa” diadaptasi ke dalam berbagai bahasa yang lain, misalnya bahasa Turki“ kahve”, bahasa Belanda“ koffie”, bahasa Perancis“ cafĂ©”, bahasa Italia“ caffè”, bahasa Inggris“ coffee”, bahasa Tiongkok“ kia- fey”, bahasa Jepang“ kehi”, serta bahasa melayu“ kawa”.

Pada kenyataannya nyaris seluruh sebutan buat kopi di bermacam bahasa mempunyai kesamaan bunyi dengan sebutan yang berasal dari bahasa Arab.

Spesial buat permasalahan Indonesia, besar mungkin kata“ kopi” diadaptasi dari sebutan Arab lewat bahasa Belanda“ koffie”.

Dugaan yang logis sebab Belanda yang awal kali membuka perkebunan kopi di Indonesia. Tetapi tidak menutup mungkin kata tersebut diadaptasi langsung dari bahasa Arab sendiri ataupun Turki.

Mengingat banyak pihak di Indonesia yang mempunyai ikatan hubungan yang kuat dengan bangsa Arab saat sebelum orang- orang Eropa tiba di Nusantara.

Sejarah mencatat, bahwa tumbuhan pohon kopi ini berasal dari Abyssinia nama sebuah daerah di wilayah Afrika yang mencakup daerah Etiopia serta Eritrea.

Bermacam referensi sejarah berkata kopi dipopulerkan bagaikan minuman penyegar oleh bangsa Arab. Biji kopi jadi komoditas komersil sehabis dibawa oleh orang dagang Arab ke Yaman.

Pada abad ke- 11 bangsa Arab yang mempunyai peradaban lebih maju dari Afrika, tidak cuma memasak biji kopi, namun pula direbus buat diambil sarinya.

Dikala itu kopi jadi minuman utama di negara- negara muslim. Kepopuleran kopi juga bertambah bersamaan penyebaran agama Islam sampai menggapai wilayah Afrika Utara, Mediterania, serta India.

Cerita pengembaraan umat Muslim tidak terlepas dari kopi, kemanapun orang Muslim menyebarkan agamanya, kopi senantiasa dibawa.

Sehingga pada abad ke- 13 kopi telah menyebar ke Afrika Utara, negara- negara Mediterania serta India. Pada abad ke- 14 serta 15, budaya minum kopi telah menyebar di Turki, Mesir, Syiria, Persia.

Hingga abad ke- 16 segala penciptaan kopi masih dipahami Arab. Tetapi, pada masa ini, belum terdapat budidaya tumbuhan kopi di luar wilayah Arab sebab bangsa Arab senantiasa mengekspor biji kopi yang infertil( tidak produktif) dengan metode memasak serta mengeringkannya terlebih dulu.

Baca Juga : Asal Mula Penamaan Kopi Diseluru Dunia

Perihal ini menimbulkan budidaya tumbuhan kopi tidak membolehkan. Barulah pada tahun 1600- an, seseorang peziarah India sukses bawa biji kopi fertil keluar dari Makkah serta menumbuhkannya di bermacam wilayah di luar Arab.

Pada masa dini, bangsa Arab mengatur perdagangan kopi melalui Mocha, suatu kota pelabuhan yang terletak di Yaman.

Dikala itu Mocha jadi salah satunya gerbang lalu- lintas perdagangan biji kopi.

Demikian strategisnya pelabuhan tersebut dalam perdagangan kopi, sampai- sampai orang Eropa menyebut kopi dengan nama Mocha.

Merambah abad ke- 17 orang- orang Eropa mulai meningkatkan perkebunan kopi sendiri. Sebab hawa Eropa tidak sesuai buat tumbuhan kopi, mereka membudidayakan tumbuhan tersebut di wilayah jajahannya yang tersebar di bermacam penjuru bumi.

Salah satunya di Pulau Jawa yang dibesarkan oleh bangsa Belanda. Buat masa tertentu kopi dari Jawa pernah mendominasi pasar kopi dunia. Dikala itu secangkir kopi lebih terkenal dengan istilah“ Cup of Java”, secara harfiah maksudnya“ secangkir Jawa”.

Sejak Kapan Kopi Masuk Ke Indonesia?

Sejarah kopi di Indonesia tidak lepas dari masuknya Belanda di Indonesia. Pada tahun 1696, kala itu Belanda bawa kopi dari Malabar, India, ke Pulau Jawa.

Mereka membudidayakan tumbuhan kopi itu di Kedawung, suatu perkebunan yang terletak dekat Batavia. Tetapi, upaya ini kandas kerena tumbuhan tersebut rusak oleh musibah.

Upaya kedua dicoba pada tahun 1699 dengan mendatangkan stek tumbuhan kopi dari Malabar. Pada tahun 1706 ilustrasi kopi yang dihasilkan dari tumbuhan di Jawa dikirim ke negara Belanda buat diteliti di Kebun Raya Amsterdam.

Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan mempunyai mutu yang sangat baik. Berikutnya tumbuhan kopi ini dijadikan bibit untuk segala perkebunan yang dibesarkan di Indonesia.

Belanda juga memperluas areal budidaya kopi ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor serta pulau- pulau yang lain di Indonesia.

Pada tahun 1878 terjalin kejadian yang memilukan. Nyaris segala perkebunan kopi yang terdapat di Indonesia paling utama di dataran rendah rusak terkena penyakit karat daun ataupun Hemileia vastatrix( HV).

Kala itu seluruh tumbuhan kopi yang terdapat di Indonesia ialah tipe Arabika. Buat menanggulanginya, Belanda mendatangkan spesies kopi liberika( Coffea Liberica) yang diperkirakan lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Hingga sebagian tahun lamanya, kopi liberika mengambil alih kopi arabika di perkebunan dataran rendah. Di pasar Eropa kopi liberika dikala itu dihargai sama dengan arabika.

Tetapi, tumbuhan kopi liberika pun harus menghadapi persoalan yang sama, rusak terkena karat daun.

Setelah itu pada tahun 1907 Belanda mendatangkan spesies lain ialah kopi robusta( Coffea Canephora). Usaha kali ini sukses, sampai dikala ini perkebunan- perkebunan kopi robusta yang terdapat di dataran rendah dapat bertahan.

Pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, segala perkebunan kopi Belanda yang terdapat di Indonesia dinasionalisasi. Semenjak itu Belanda tidak lagi jadi pemasok kopi dunia.

Semenjak kemerdekaan sampai dikala ini kopi jadi sangat terkenal di Indonesia. Kopi Indonesia dikala ini menempati peringkat ketiga terbanyak di dunia dari segi hasil penciptaan.

Ada pula sebagian kopi tipe Arabica di Indonesia yang terkenal di antara lain kopi Gayo( Aceh), Mandaling( Sumut), Kintamani( Bali), Mangkuraja( Bengkulu), Jawa serta Kalosi( Toraja).

Tidak hanya kopi Arabica tersebut, Indonesia pula mempunyai terdapat 1 tipe kopi yang sangat khusus serta terkategori mahal, ialah kopi luwak.

Di samping rasa serta aromanya yang khas, kopi ini diyakini bisa merendahkan resiko terserang penyakit kanker, diabet, batu empedu, penyakit jantung serta bermacam penyakit yang lain.

Segitu kiranya informasi mengenai Sejak Kapan Kopi Masuk Ke Indonesia, mungkin kopi lovers masih punya referensi atau catatan lain mengenai sejarah masuknya kopi ke Indonesia, untuk itu ditunggu informasinya dikolom komentar.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar