ZESryUTn8eZmKhSM2TSJ9LZvZEviAo6M94zBnnZn

Standar Kesehatan Untuk Minum Kopi

Bagi kamu pecinta kopi, entah itu kopi hitam atau lainnya maka kamu harus mengenal standar kesehatan untuk minum kopi, agat terhindar dari akibat yang tidak diinginkan.




Secangkir kopi hitam dalam keadaan hangat pada pagi hari merupakan kegiatan harian yang dapat dibilang sakrab bagi sebagian  besar dari kita para penikmat kopi. 

Begitu banyak riset ilmiah yang dengan jelas sudah menegaskan jika ngopi itu dilakukan secara rutin akan membuat seseorang sehat. 

Selain itu secangkir kopi yang rutin diseriput setiap harinya  bisa membawa sejuta khasiat untuk kesehatan— mulai dari melawan tekanan mental pada perempuan, menurunkan resiko stroke serta kanker prostat untuk laki- laki, sampai mengimbangi hilangnya kekuatan otot yang terjalin akibat penuaan.

Namun, banyak dari kabar yang ada di luaran sana yang berkaitan dengan penjelasan yang melaporkan hal tersebut tidak menggambarkan kebenaran dengan fakta yang jelas dan ini membuat banyak orang merasa bingung terkait "Berapa gelas kopikah yang bisa dibilang normal untuk setiap orang?”

Baik, sebelum menjawab pertanyaan itu, baca dulu 4 hal berikut ini! yang menjadi jawaban dari pertanyaan terkait kenapa kebutuhan ngopi setiap orang itu berbeda?!

1. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda

Meski kerutinan ngopi telah teruji akan memberikan banyak khasiat, tetapi Andalah yang sangat paham mengenai sesuatu yang dibutuhkan tubuh Anda sendiri. 

Sebagian orang mampu minum kopi hitam berdosis besar serta merasa fresh fit sepanjang hari. Tetapi untuk sebagian orang, minum setengah gelas saja dapat membuat mereka merasa gelisah diiringi dengan sakit perut. 

Sehingga seringkali terdengar pendapat berbeda dari masing-masing individu yang memandang dampak kopi terhadap kesehatan tubuh mereka. Tentunya sesuai dengan pengalaman yang meeka alami ketikan meminum kopi.

Jadi, setip informasi mengenai hebatnya dampak kopi kepada kesehata, jangan dijadikan acuan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Karena dampak dari ngopi ini akan sesuai dengan keadaan tubuh seseorang.

Intinya kenali kesehatan tubuh Anda, baru memutuskan untuk melanjutkan hobi ngopinya atau berhenti sama sekali.

2. Perhatikan Kesehatan Tubuh Anda

Sekali lagi saya ingatkan bahwa yang mengenali keadaan tubuh Anda adalah diri Anda sendiri, Anda juga yang tahu apakah ditubuh Anda ada penyakit parah atau tidak?!.

Seumpamanya; bila kamu ternyata mempunyai riwayat penyakit jantung ataupun penyakit kronis yang lain, maka, ngopi bukan pilihan, apalagi sampai menghabiskan 3- 5 gelas dalam sehari. Untuk yang seperti ini, tidak direkomendasikan untuk terlalu banyak ngopi.

Memang belum ada fakta kuat yang bisa menunjukan bahwa ada orang yang menjadi sangat buruk kondisi tubuhnya karena ngopi. Tetapi, tidak jarang orang yang memaksa untuk ngopi dengan kondisi tubuh tidak sehat akhirnya semakin parah! 

Intinya, bila ternyata Anda memiliki penyakit atau riwayat penyakit kronis, sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter, apakah bisa rutin ngopi atau harus berhenti sama sekali dari ngopi!

3. Cermati Pola Tidur Anda Selama Ini

Ingat, kafein akan selalu mengusik tidur nyenyak Anda, bahkan untuk sebagian besar dari semua orang. 

Disisi lain, tidur yang tepat dan benar akan berguna dalam menjaga mental jiwa seseorang. Selain itu sangat berguna untuk mengatur berat tubuh setiap orang.

Oleh karenanya, penting sekali untuk dipahami, bahwa menghentikan kafein khususnya dari kopi paling tidak 6 jam sebelum tidur. 

Jadi, cermati waktu untuk memulai tidur kita, sehingga kita paham pada jam berapa waktu ngopi terakhir disetiap harinya.

Dengan begitu, kebiasaan ngopi tidak akan menjadi gangguan untuk nyenyaknya tidur kita. Sehingga tidur kita menjadi tidur berkwalitas. Kemudian dipagi hari kita bisa kembali ngopi dengan penuh kedamaian dan kenyamanan.

4. Genetik Memiliki Peran

Akibat alterasi genetik yang terus mempengaruhi enzim tertentu didalam tubuh seseorang, sebagian orang baru bisa memecah kafein dalam waktu yang sangat lama. Sementara sebagian lainnya mampu sebaliknya.


Jadi, bila kita kembali ke pertanyaan diatas;  kira- kira "Berapa gelas kopikah yang bisa dibilang normal untuk setiap orang disetiap harinya?”

Dilansir dari NPR, suatu riset terbitan Mayo Clinic Proceedings menampilkan kalau mengkonsumsi kopi lebih dari 28 gelas per minggu— rata- rata 4 gelas tiap hari— merupakan jatah yang kelewatan, paling tidak untuk Kamu yang berumur kurang dari 55 tahun( dengan aspek yang menghalangi merupakan merokok)

Periset menciptakan kalau laki- laki berusia muda yang komsumsi lebih dari 28 gelas kopi per minggu mempunyai kenaikan resiko terhadap kematian dari seluruh pemicu( permasalahan jantung, tekanan darah besar, dst) sebanyak 56 persen. 

Sedangkan perempuan peminum kopi berat mempunyai kesempatan lebih dari 2 kali lipat dari resiko kematian. Secangkir kopi didefinisikan bagaikan 8 ons kopi( 240 ml). 

Sementara itu, riset menampilkan kalau mengkonsumsi yang sama besar pada kalangan lanjut umur tidak menampilkan pengaruh apapun. 

Riset ini menampilkan kalau menghisap dua- tiga gelas kopi per hari masih terkategori dalam batasan normal serta sehat, serta bisa jadi bawa keuntungan.

The Huffington Post melansir 5 riset terpisah— harian PLOS ONE, NCBI, Nature, serta NRC Research— yang kesemuanya menunjang teori di atas. 

Tiap- tiap riset ini menciptakan kalau khasiat kesehatan dari kopi, mulai dari mengelola indikasi disfungsi ereksi( tercantum pada laki- laki kegemukan serta hipertensi); melawan radikal leluasa serta mendesak perkembangan sel baru; penyusutan resiko penyakit kardiovaskular, permasalahan pencernaan, serta penyakit neurodegeneratif beserta turunnya resiko kematian akibat penyakit- penyakit ini; penajaman memori jangka panjang; sampai mendukung performa berolahraga serta energi tahan tubuh. 

Benang merahnya: khasiat ini bisa Anda capai bila menghalangi mengkonsumsi kopi cuma 2- 3 gelas per hari.

Tetapi, sekali lagi yang wajib Anda ingat, dengarkan tubuh Anda. Bila Anda menumpukan hidup pada bergelas- gelas kopi buat bisa berperan wajar, hingga Anda bukan lagi menikmatinya— malah hendak terperosok pada resiko kesehatan yang berat. 

Anda hanya akan menciptakan gangguan pada normalitas kehidupan Anda. Seperti halnya manusia yang produktif, Anda tentu sangat memerlukan waktu tidur yang maksimal, mengurangi tekanan pikiran, makan lebih baik, serta mengatur konsumsi kafein.

Minum kopi sehat, asal jangan menggunakan gula

Kopi tidak lagi jadi opsi yang sehat bila secangkir minuman hangat Anda terdapat gulanya. Bila Anda lebih memilah minuman kopi trendi yang dibubuhi krim, gula, sirup, serta tower whipped cream, maka ingtlah risikonya yang dapat berbahaya bagi kesehatan dan bisa mengalahkan nilai khasiatnya.

Bukan cuma kalori yang mempunyai andil dalam persoalan ini, tetapi minuman- minuman ini memperoleh sebagian besar kalori mereka dari gula tebu serta sirup jagung yang besar akan isi fruktosa. 

Contoh Gula semacam ini sudah berhubungan dengan beberapa kendala metabolisme, serta diprediksi mempunyai donasi terhadap asal muasal penyakit jantung serta keadaan kedokteran yang lain.

Tiap satu sendok ekstra pemanis dalam kopi bisa meningkatkan surplus kalori yang bertanggung jawab terhadap meningkatnya sel lemak. 

Misalnya, secangkir vanilla latte memiliki 150 kalori, terdengar sepele, tetapi dengan ekstra begitu banyak gula serta sirup, ekstra kalori tiap hari ini melampaui apa yang tubuh betul- betul butuhkan buat menunjang berat tubuh normal Anda, serta malah meningkatkan 5- 7 kilogram berat tubuh Anda pada hari-hari berikutnya.

Jadi Standar kesehatan untuk Minum Kopi sangat bergantung pada kondisi tubuh seseorang. tetapi untuk orang normal yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis, bisa mengkonsumsinya 3-5 gelas perhari.

Tentunya dengan mempertimbangkan 4 hal yang telah disampaikan diatas, Anda akan mengerti seberapa jauh kebutuhan Anda untuk melakukan kegiatan ngopi ini!

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar