ZESryUTn8eZmKhSM2TSJ9LZvZEviAo6M94zBnnZn

Cara Merawat Kebun Kopi Yang Benar

Cara Merawat Kebun Kopi Yang Benar sangat penting diketahui oleh Anda yang ingin mulai bertani kopi atau mungkin sekarang Anda sudah memiliki tanaman kopi.

Lahan pertanian kopi di situ cisanti

Kopi merupakan komoditas ekspor Indonesia dikarenakan nilai ekonomis yang relative tinggi di pasar dunia. Permintaan kopi Indonesia dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Indonesia merupakan negaara beriklim tropis. Kopi di Indonesia memiliki rasa yang unik dan aroma yang khas. Tak sedikit perkebunan besar kopi ada di Indonesia, baik dikelola pemerintah maupun swasta. 

Keunikan rasa kopi Indonesia tak lepas dari cara merawat kebun kopi. Banyak sekali hal yang mempengaruhi kualitas kopi, perawatan kebun kopi juga termasuk factor penting dalam mempengaruhi kualitas kopi. 

Berikut ini sekelumit penjelasan mengenai "Bagaimana perawatan kebun kopi yang benar?!"

1. Memilih jenis biji kopi

Pilihlah jenis biji kopi yang akan Anda tanam. Carilah benih yang berkualitas. Pemilihan benih yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara pemmbiakan generative maupun pembiakan vegetative. Setelah memilih jenis kopi, lakukan pemilahan benih yang baik ataupun buruk. Jangan lupa, setelahnya dilakukan penyemaian tanaman kopi.

2. Penyiraman tanaman dilakukan secara rutin.

Tanaman kopi tumbuh dengan air yang sedikit. Saat musim kemarau datang, Lakukan penyiraman sebanyak 2 minggu sekali.

3. Pemupukan Kopi

Pemupukan yang dilakukan secara maksimal dan teratur dapat menjadikan tanaman kopi memiliki daya tahan yang lebih besar dan meningkatkan produktivitas tanaman kopi.

Tanaman kopi mempunyai sifat jika suatu saat produksinya tinggi, namun produksi tersebut akan turun sampai 40%. Kebun kopi yang dipupuk dengan teratur, penurunan ditetapkan sekitar 20%

Dalam pemupukan kopi, ada tiga jenis proses pemupukan yaitu pemupukan dasar, pemupukan susulan, dan pemupukan dasar ulang. 

Pemupukan dasar dilakukan setelah proses pengolahan lahan, pemupukan susulan dilakukan setiap 2 minggu sekali, Dosis pupuk sekitar 20 kg/tanaman. Buatlah lubang yang melingkari tanaman kopi, Masukkan pupuk ke dalam lubang tersebut. 

Pemupukan dasar ulang dilakukan 1 tahun sekali tetapi saat sudah berbuah, dilakukan 6-8 bulan sekali.

4. Petani harus membersihkan hama-hama yang menganggu kebun kopi.

Saat usia tahun kedua tumbuh, tanaman kopi rentan dengan gangguan hama. Para petani kebun kopi harus rutin membersihkan kebun kopi dari hama maupun penyakit.

Hama dapat menyebabkan kopi kekurangan zat makanan sehingga tak bisa tumbuh kembang dengan baik.

Dalam pembersihan kebun kopi, gunakan cara alami tanpa bahan kimia sehingga tidak menganggu kualitas kopi nantinya. Lakukan pembersihan kebun kopi setiap 2 minggu sekali. 

5. Kebun kopi harus bersih, tidak terdapat rumput liar atau tanaman lainnya.

Kebun kopi idealnya harus bersih, Pastikan para petani kopi rajin membersihkan rumput liar.

6. Kebun kopi mendapatkan suplai matahari yang cukup.

Tanaman kopi tidak baik di tanam di kawasan pohon besar. Sinar matahari sangat diperlukan untuk tumbuhnya tanaman kopi. 

7. Pemanenan Kopi

Pemanenan buah kopi dapat dilakukan secara manual yaitu dipetik secara langsung. Kematangan buah kopi dapat dilihat dari warna kulitnya, yaitu bewarna merah. 

Selain itu, kematangan juga bisa ditentukan dari kandungan senyawa gula yang terdapat di daging buah. 

Tanaman kopi tidak berbunga secara bersama, oleh karena itu ada beberapa cara pemetikan seperti pemetikan selektif, pemetikan setengah selektif, pemetikan secara lelesan ataupun pemetikan secara racutan.

Rasa kopi sangat dipengaruhi dari proses perawatan kopi. Jika perawatan kopi baik, maka kopi yang dihasilkan sudah pasti nikmat, aromanya bahkan tercium sebelum kopi tersebut diseduh.

Perhatikan  hal-hal penting dalam perawatan tanaman kopi. Bibit kopi yang dipilih pun sudah dipastikan bahwa bibit yang unggul.


Related Posts

Related Posts

Posting Komentar